ADDRESS

Bandung
Komplek ABDI Negara

PHONE

Category: INTERNASIONAL

Kim Jong-un Puji dan Ucap Terimakasih pada Korsel

February 16, 2018
INTERNASIONAL

Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, memuji upaya Korea Selatan yang ‘mengesankan’ dalam menerima delegasi dari Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin yang sekarang tengah berlangsung. Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan bahwa Kim sendiri telah menyampaikan ucapan terimakasihnya pada Korsel karena ‘memberikan prioritas’ delegasi dari Korut dalam Olimpiade di Pyeongchang.

Pernyataan ini pasalnya muncul setelah menerima rombongan delegasi Korut yang dipimpin oleh adiknya, Kim Yo-jong yang mana sudah kembali dari Korsel.

Kim Jong-un Merasa Puas

Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pasalnya bakal berlangsung sampai tanggal 25 Februari 2018. “Setelah menerima laporan delegasi, Kim Jong-un menyatakan rasa puasnya,” laporan dari KCNA dIlansir dari BBC Indonesia.

“Korea Selatan sudah menunjukkan sikap yang sangat mengesankan, yang secara khusus memprioritaskan kunjungan anggota Republik Demokratik Rakyat dan juga mengucapkan terima kasih pada mereka,” lanjut laporan tersebut. kim Yo-jong dan juga kepala negara formal Korut, Kim Yong-nam, pasalnya menjadi pejabat Judi Bola yang paling senior dari Korut yang berkunjung ke Korea Selatan semenjak Perang Korea pada tahun 1950an.

Ketika pembukaan Olimpiade, Kim Yo-jong duduk di dekat Mike Pence, Wakil Presiden AS. Pada sebuah kesempatan, Presiden Korsel, Moon Jae-in mendatanginya dan juga menyalaminya dan juga mengunjungi tim Korea Utara secara khusus. Dan dalam kesempatan itu, Kim Yong-on menyampaikan undangan pada Presiden Korsel untuk berkunjung ke Pyongyang juga.

Kim Yo-jong tiba di Korsel untuk Olimpiade ‘Paling Dingin’

Seperti yang telah disebutkan di atas sebelumnya bahwa adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong tiba di Korsel untuk Olimpiade Pyeongchang yang diperkirakan menjadi olimpiade dengan suhu yang paling dingin sepanjang sejarah.

Ini merupakan kali pertamanya keluarga penguasa Korea Utara itu melakukan kunjungan ke Korea Selatan sejak Perang Korea yang berlangsung pada tahun 50an silam. Kim Yo-jong sendiri datang bersama dengan Kim Yong Nam, kepala negara yang resmi dari Korea Utara. Mereka mengikuti upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin ini yang berlangsung dari hari Jumat lalu (9/2) sampai tanggal 25 Februari mendatang.

Olimpiade Musim Dingin yang ke-23 ini bisa jadi yang paling dingin dalam sejarah dengan suhu mencapai 25° Celcius. Kim Yo-jong sendiri diketahui amat sangat dekat dengan kakanya. Tahun lalu, ia sudah diangkat menjadi anggota Politbiro, yakni sebuah komite eksekitif yang amat berkuasa di negara Komunis. Ia juga masuk dalam daftar tokoh Korut yang mana dikenai sanksi oleh Amerika Serikat terkait dengan tuduhan pelanggaran HAM.

Pada Olimpiade ini, Korsel dan Korut tampil di bawah bendera bersama ketika upacara pembukaan. Korea Utara pasalnya mengirimkan kurang lebih 22 atlet dan juga lebih dari 400 anggota delegasi termasuk tim pemandu sorak juga serta orchestra.

Diplomasi olahraga ini disambut dengan sangat hangat mengingat tegangnya situasi terkait dengan Korea beberapa waktu belakangan ini karena Kim Jong-un secara terus menerus melakukan uji nuklir dan juga rudal. Semenanjung Korea terbela sejak Perang Korea pada tahun 1950-1953 dan kedua Korea ini pun tidak pernah mau menandatangani kesepakatan perdamaian.

Kim Yo-jong yang diperkirakan berusia 30 tahun, lebih muda 4 tahun dari kakaknya sudah menjadi pemimpin besar. Presiden Krea Selatan menemui rombongan Kim Yo-jong hari Sabtu (10/2) lalu. kunjungan tersebut dipandang masyarakat sebagai isyarat bahwa Kim Jong-un benar-benar tentang niat memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan, dikutip dari BBC Indonesia.

Lima Catatan Penting dari Pidato Kenegaraan Perdana Donald Trump

January 31, 2018
INTERNASIONAL

Presiden Amerika Serikat yang penuh dengan kontroversi, Donald Trump, menyampaikan pidato kenegeraan tahunan yang pertama pada hari Selasa malam (30/1) pada waktu setempat. Di dalam pidato tersebut, ia terus saja mengumbar capaiannya selama dirinya menjabat dan Cuma sesekali saja mengungkap rencana kerjanya untuk satu tahun ke depan. Dilansir dari CNN Indonesia, ada rangkuman pidato selama 80 menit itu dan ia membuat 5 buah catatan di antaranya di bawah ini.

America First

Trump bertarung di dalam pemilihan presiden dan juga memenangkan dengan ide untuk mengedepankan kepentingan negaranya sendiri. katanya, America First, dalam beberapa kesempatan yang ada. Pidato kenegaraan ini amat mencerminkan ide itu. dalam satu jam pertamanya, Trump sendiri berbicara tentang  kebijakan domestic yakni pemangkasan pajak, perdagangan, perekonomian, imigrasi dan juga reformasi regulasi.

Ia baru menyinggung posisi Amerika di dunia sesudah waktu setempat lewat jam 10 malam. Sinyal yang disampaikannya ini jelas. Trump tak hanya menggunakan America First ini sebagai retorika. Ia juga amat sangat fokus pada keinginan untuk merealisasikan kebijakannya.

Tidak Kompak

Pada awal pidatonya, Trump beberapa kali menyerukan persatuan negara dan juga Kongres. “Mala mini saya minta kita semua untuk mengesampingkan perbedaan, mencari kesamaan, dan juga memanggil persatuan yang mana kita butuhkan supaya orang yang kita semua pilih dapat bertugas,” ungkapnya. Akan tetapi, Nancy Pelosi, pemimpin dari Partai Demokrat di Dewan Perwakilan menunjukkan bahwa hal tersebut nampaknya tak mungkin bisa terjadi. Ketika Trump menyebutkan perlu adanya persatuan Amerika, ia hanya duduk dengan ekpresi yang datar sementara politikus-politikus Republik berdiri lalu bertepuk tangan.

Mengumbar Pencapaiannya

Kebanyakan pidato kenegaraan biasanya terbagi dengan rata antara memaparkan visi dan misi serta pencapaiannya. Namun bisa dikatakan di dalam pidato Trump ini 80% Trump mengumbar pencapaiannya dan 20% saja memaparkan perencanaannya. Hampir satu jam sesudah pidato berjalan, ia baru menyinggung soal pengajuan rencana pertama yakni undang-undang besar yang mana terkait dengan infrastruktur.

Ia juga cukup membara menyampaikan tuntutan pada Kongres seperti ketika ia mendesak Kongres menerima kompromi miliknya terkait dengan kebijakan imigrasi. Akan tetapi rencana dan juga harapannya bukanlah fokus utama dalam pidatonya. Ia malahan lebih banyak memastikan pencapaiannya agar diketahui oleh publik.

Penghapus Obama

Sebagian besar bahan kampanyenya berputar sekitar ide anti-Obama. Tahun pertama dirinya menjadi presiden www.dompetmgm.com juga mencerminkan hal itu. ia membuang perlindungan anak-anak imigran yang illegal atau DACA, juga mendorong pembatalan kewajiban individu, serta memangkas satu per satu regulasi yang mana diterapkan oleh Obama.

Di dalam pidatonya juga, ia menegaskan ia kan tetap mempertahankan penjara Teluk Guantanamo yang ada di Kuba, penolakan langsung atas wacana Obama yang sudah lama diupayakan dan akhirnya berakhir dengan kegagalan.

Yang Tidak disebut

Di dalam pidatonya ini, Trump malahan sama sekali tidak menyinggung tentang penyelidikan jaksa khsusu soal upaya Rusia ikut campur dalam pemilihan umum tahun 2016 dan juga kemungkinan kolusi dengan tim kampanye miliknya. Faktanya adalah Trump Cuma sekali menyebut nama Rusia. “Di seluruh dunia, kita menghadapi rezim yang jahat, kelompok teroris, dan juga saingan seperti Cina dan Rusia yang mana menentang kepentingan, nilai kita dan ekonomi,” katanya.

Nampak bahwa dari 80 menit pidatonya itu tidak ada hal yang berarti yang disampaikannya bagi rakyatnya yang mendengarkan.