ADDRESS

Bandung
Komplek ABDI Negara

PHONE

Film animasi islami menembus pasar Hollywood

January 26, 2018
FILM ANIMASI

Tentu saja tidak mudah untuk sebuah studio film menembus pasar Hollywood, tetapi ini tak membuat Barajoun Entertainment, studio film animasi di Dubai menyurutkan niat untuk mencobanya.

 

Film animasi berjudul Bilal: A New Breed of Hero siap dirilis untuk pasar Amerika. Yang lebih seru film animasi www.gadispoker.com ini kental dengan nuansa islami dengan mengangkat kisah hidup Bilal Ibnu Rabah, salah satu sahabat terkasih Rasulullah SAW.

 

Perilisan trailer

Trailer film Bilal ini juga baru saja dipublikasikan di Amerika Serikat mulai 15 januari lalu, bersamaan dengan perayaan Hari Martin Luther King, Jr. Ada alasan tersendiri untuk itu  yaitu pesan moral yang termuat dalam film animasi ini diyakini sejalah dengan nilai-nilai perjuangan Martin Luther King mencerahkan masyarakat dari diskriminasi rasial dan penjajahan.

 

Sinopsis film Bilal: A New Breed of Hero

Mengambil seting 1400 tahun yang lalu, dengan menceritakan masa kecil Bilal yang baru berusia 7 tahun dan bercita-cita untuk menjadi seorang pejuang.

 

Sebelumnya ia dan saudarinya dijual sebagai budak setelah diculik oleh pedagang budak dari kampung halamannya. Anak kecil yang masih polos itu tiba-tiba terlempar dalam dunia yang kejam dan sarat ketidakadilan. Sedikit sedikit ia mulai menemukan tekad dalam dirinya untuk  menemukan jati dirinya walaupun harus menghadapi beragam cobaan.

 

Film ambisius

Film ini dapat dikatakan merupakan proyek ambisius dari studio asal Uni Emirat Arab tersebut, dengan dana pembuatan yang konon mencapai US$ 30 juta. Inilah sebabnya film animasi Bilal ini termasuk yang  paling mahal di kawasan. Demi merangkul lebih banyak penonton, muatan Islami dalam film ini dirancang dengan lebih samar.

 

Jadwal penayangan di Indonesia

Film Bilal ini telah dirilis sejak  September 2016 lalu di beberapa wilayah Timur Tengah, seperti Yordania, Lebanon, Bahrain, serta Irak, sementara jadwal penayangannya untuk Amerika Serikat serta Kanada adalah pada 2 Februari mendatang. Sayangnya sejauh ini belum ada informasi apakah film ini akan dirilis di Indonesia atau tidak.

 

Review film Bilal

Secara umum film animasi tentang sahabat Nabi Muhammad ini adalah kisah yang sangat menyentuh serta inspiratif. Saat dunia memperlakukan seorang anak kecil dengan kejam, ternyata ia mampu menemukan keberanian serta membuat perubahan dengan meninggikan suaranya. Bilal yang diadaptasi dari kisah nyata sesungguhnya adalah pahlawan sejati yang namanya akan terus diingat sepanjang sejarah.

 

Sebagai pengisi suara di film ini adalah Jacob Latimore sebagai Bilal remaja, Adewale Akinnouye – Agbaje sebagai Bilal dewasa, Ian McShane sebagai Umayya, Cynthia McWilliams sebagai Hamama, Michael Gross sebagai Okba, Thomas Ian Nicholas sebagai Saad, dan Sage Ryan sebagai safwan remaja.

 

Film animasi dan musical sebagai sarana pembentukan karakter positif anak

Bila memang ditayangkan di tanah air film ini akan sangat cocok disaksikan sebagai film anak atau keluarga. Selain sebagai sarana hiburan, faktanya menonton film yang memuat pesan moral baik akan berperan dalam pembentukan karakter baik anak-anak. Adegan-adegan serta dialog dalam film akan tersimpan lebih lama dalam memori putra-putri Anda daripada hanya nasehat dari orang tua atau guru.

Film animasi yang digarap dengan apik juga akan menyuguhkan gambar-gambar berkualitas pada layar kaca yang dapat membuat penonton terkesan, termasuk anak-anak. Setelah menonton film Anda mungkin dapat mendiskusikan tentang pesan moral pada film tersebut dengan anak-anak Anda untuk membuat mereka semakin  memahami muatan islami pada film tersebut. Semoga bermanfaat!

Makin Canggih, Android Oreo Berikan Fitur Baru Cek Wifi

January 25, 2018
TEKNOLOGI

Jika anda adalah pengguna sistem operasi Android Oreo, maka sepertinya bisa berbahagia. Karena Google resmi menyematkan fitur Togel Hongkong baru pada Android Oreo (Android 8.1). Di mana fitur baru ini memungkinan sebuah ponsel pintar bisa menunjukkan kecepatan konektivitas sebuah jaringan layanan internet Wi-Fi sebelum menghubungkan gawai dengan jaringan. Fitur terbaru ini diumumkan langsung lewat akun Twitter resmi @Android hari Senin (22/1).

 

Nantinya akan ada empat jenis kecepatan jaringan Wi-Fi yang bisa diketahui pengguna. Pertama jaringan lambat (Slow) dengan kecepatan 0-1 Mbps dan cuma bisa dipakai telepon serta kirim SMS. Lalu jaringan OK dengan kecepatan 1-5 Mbps yang bisa digunakan untuk membuka situs lewat browser, membuka media sosial dan streaming musik. Ketigaa dalah jaringan Fast di mana pengguna bisa menonton video streaming dengan kecepatan 5-20 Mbps dan terakhir adalah jaringan Very Fast dengan kecepatan lebih dari 20 Mbps sehingga pengguna bisa streaming video dengan kualitas HD, seperti dilansir Android Central.

 

Hanya saja fitur analisis kecepatan Wi-Fi ini cuma berlaku bagi koneksi yang tidak butuh kata sandi alias password. Jika tak ingin memakai fitur ini, bisa juga langsung dinonaktifkan lewat menu Pengaturan lalu ke bagian Jaringan dan Internet. Google sendiri sudah mengenalkan fitur terbaru ini sejak Desember 2017 dan sepertinya gawai seri Pixel dan Nexus bisa menikmati fitur ini.

 

Banyak Fitur Luar Biasa Android Oreo

 

Google sendiri sudah merilis Android 8.0 alias Oreo pada akhir Agustus 2017. Saat itu, Oreo masih dalam tahap pengembangan terbatas atau publik beta dan baru dirilis secara global pada akhir 2017 kemarin. Sebagai penerus Android Nougat, ada banyak sekali perubahan dan fitur yang dibenamkan oleh Google seperti dilansir Trusted Reviews.

 

Beberapa fitur baru yang ada seperti pembatasan latar belakang, gambar dalam gambar, pemberitahuan berkelompok, isi kata sandi otomatis, adanya ikon adaptif, navigasi keyboard dan kamera yang makin baik. Dari banyaknya fitur canggih itu, mungkin fitur gambar dalam gambar yang dinantikan banyak pengguna Android. Di mana lewat fitur ini, pengguna bisa menonton video sambil membalas email di aplikasi berbeda lewat layar kecil virtual.

 

Android Oreo Dirilis Saat Gerhana Matahari

 

Sekedar mengingatkan, pengumuman sistem operasi terbaru Android itu diumumkan oleh Google bersamaan dengan momen gerhana matahari total di Amerika Serikat. Saat itu Google sampai merilis video promosi di mana beberapa ikon Android menggunakan kacamata 3D sambil menatap langit yang dihiasi gerhana matahari. Gerhana itu kemudian jatuh ke Bumi dan berwujud kue Oreo.

 

Pemilihan Oreo sebagai nama baru sistem operasi Android ini memang sudah ditebak sejak lama. Karena Google selalu menamai Android dengan nama hidangan pencuci mulut sesuai dengan alfabet. Secara berurut-urut, Google memilih Android Donut, Eclaire, Froyo, Gingerbeard, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Beat, Kitkat, Lollipop, Marshmallow, Nougat dan Oreo. Pemilihan Oreo ini berarti merupakan kali kedua bagi Google memakai nama produk perusahaan lain setelah Kitkat.

 

Sementara itu diduga kuat jika Google akan merilis versi baru Android mereka pada tahun 2018 mendatang. Beberapa nama rumor untuk Android P pun sudah mulai dibicarakan masyarakat. Beberapa kudapan pun sudah jadi bahan perbincangan seperti Petit Four, Pound Cake, Pastille, Popsicle dan Pancake, Semoga saja Google pernah melihat kue Pukis atau Putu Ayu sehingga memilih nama itu untuk Android generasi selanjutnya.

 

Belum Tayang, Sekuel Film ‘DILAN 1990’ Digarap Tahun 2018

January 23, 2018
SINOPSIS

Kebiasaan untuk mengadaptasi sebuah novel laris menjadi film sudah muncul sebagai tren sineas film Indonesia. Setidaknya lebih dari satu dekade terakhir, penonton film Tanah Air sudah disuguhkan dengan novel-novel laris yang diangkat ke film. Dan kali ini novel yang masuk gerbong adaptasi layar lebar adalah novel bergenre komedi cinta remaja karya Pidi Baiq, Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 yang terbit tahun 2014.

 

Berjudul DILAN 1990, film arahan Fajar Bustomi ini memasang dua remaja yakni Vanesha Prescilla sebagai Milea dan Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan. Sejak awal proyek ini bergulir dan pemilihan Iqbaal sebagai tokoh utama, sudah menuai kontroversi tak kunjung usai. Lepas dari berbagai pro-kontra, film www.warungpoin.com yang diproduksi oleh Falcon dan Maxima Pictures ini akhirnya memilih 25 Januari 2018 sebagai tanggal rilis. Dan di saat filmnya belum dirilis, sekuel DILAN 1990 sudah digaungkan.

 

Falcon dan Maxima Pictures tampaknya cukup percaya diri atas besarnya penggemar karakter pemimpin genk motor di Bandung itu. Tak main-main, film kedua yang bakal berjudul DILAN 1991 itupun siap untuk memulai tahapan produksi pada pertengahan tahun 2018. Kepada Detik, Fajar berkomentar, “Habis Lebaran ini nih, yang besok, bakal mulai syuting. Produksinya disesuaikan dengan jadwal pemain, seperti masa liburan Iqbaal yang emang kuliah di Amerika Serikat. Jadi kami kan bikin film nggak ganggu masa depan orang juga.”

 

Sissy Priscilla Jadi Milea Dewasa

 

Jika novel Dilan pertama dirlis tahun 2014, novel keduanya berjudul Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 terbit tahun 2015. Setahun kemudian, novel pamungkasnya berjudul Milea: Suara Dari Dilan dirilis. Hampir dari ketiga novel itu mengisahkan kisah asmara Dilan dan Milea di masa muda hingga akhirnya berpisah dan berjumpa lagi setelah mereka punya pasangan masing-masing.

 

Dengan adanya ketiga novel yang besar kemungkinan diadaptasi seluruhnya ke film, praktis jika Iqbaal dan Vanesha masih akan tetap menjadi pasangan Dilan dan Milea. Yang menarik, aktris Sissy Priscilla didapuk menjadi sosok Milea dewasa. Sekedar informasi, Sissy adalah kakak kandung dari Vanesha. Berperan sebagai Milea dewasa, Sissy mau tak mau harus teringat pada kisah cintanya saat SMA. Jika sosok Milea dewasa sudah ditemukan, tampaknya pemeran Dilan dewasa sampai saat ini masih belum bisa dipastikan.

 

Target Penonton ‘DILAN 1990’ Capai Empat Juta Penonton

 

Mengambil setting tahun 1990 dan penggemar novel kalangan milenial, pihak produser menyebut kalau akan ada dua generasi yang menonton film DILAN 1990. Fajar bahkan berharap kalau filmnya ini bisa jadi film remaja tersukses sepanjang masa yang akan membuat penontonnya bernostalgia ke era tahun 1990-an. Tak cuma Fajar yang cukup percaya diri, Ody Mulya Hidayat selaku produser DILAN 1990 telah memasang target penonton tersendiri.

 

Dilansir KapanLagi.com®, melihat besarnya antusias calon penonton, Ody sampai berani mengucap angka empat juta penonton untuk film cinta remaja ini. “Ini film yang saya buat dan luar biasa antusiasme calon penontonnya. Saya dan sutradara menargetkan film ini menjadi salah satu film box office di tahun 2018. Mohon doanya, mudah-mudahan ditonton 3-4 juta penonton,” ungkap Ody.

 

Hanya saja keinginan Ody dan Fajar itu tidaklah mudah. Karena sehari sebelum DILAN 1990 dirilis, bioskop sudah diserbu film Hollywood, MAZE RUNNER: THE DEATH CURE yang juga populer di kalangan generasi muda.